Friday, 9 December 2016

MakroEkonomi_inflasi


KATA PENGANTAR



Puji syukur yang dalam penulis ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nyalah makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam makalah ini membahas mengenai Inflasi dengan tujuan untuk memahami bagaimana pentingnya untuk mempelajari inflasi pada perekonomian yang di hadapi tiap negara baik segi pengertian, jenis, teori, dampak, dan cara mengatasinya. Walaupun keadaanya yang singkat, semoga dapat di ambil sisi positifnya. Dalam proses penyusunan makalah ini, tentunya penulis mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi, dan saran yang di berikan. Yang tehormat:



Kami mengharapkan kritik dan saranya, agar kami menjadikanya sebagai pembelajaran atas kekurangan makalah yang singkat ini.
    Demikian makalah ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin



DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR...................................................................................................i
DAFTAR ISI...............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
a)      Latarbelakang.................................................................................................1
b)      Rumusan masalah..........................................................................................1
c)      Tujuan.............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................2
a)    Pengertian Inflasi.............................................................................................2
b)    Jenis-jenis Inflasi.............................................................................................3
c)    Inflasi dan Tingkat Bunga................................................................................4
d)    Dampak Inflasi.................................................................................................5
e)    Biaya Sosial Dari Inflasi...................................................................................6
f)     Cara Mengatasi Inflasi.....................................................................................7
BAB III PENUTUP......................................................................................................8
a)    Kesimpulan.....................................................................................................8
b)    Saran..............................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................9





BAB I
PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang Masalah
  Inflasi merupakan masalah utama di banyak negara berkembang dan menjadi pertanda bagi negara-negara sosialis untuk melakukan perubahan yang mengarah ke pasar. Dalam praktek, untuk mengetahui penyebab timbulnya inflasi, merumuskannya untuk kemudian menentukan langkah atau kebijakan apa yang akan diambil untuk mengatasinya perlu adanya pemahaman yang lebih mendalam tentang inflasi serta faktor-faktor didalamnya.
Masalah inflasi bukan semata-mata masalah ekonomi tapi merupakan masalah sosio-ekonomi-politis.
B.   Rumusan Masalah
  Sebagaimana telah dijabarkan pada latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan diangkat dalam makalah ini adalah : Suatu analisa mengenai inflasi, jenis-jenis inflasi, teori-teori inflasi, biaya inflasi serta dampak inflasi pada pertumbuhan perekonomian di suatu negara.
C.   Tujuan
  Tujuan penulisan makalah ini adalah agar pembaca mampu mendeskripsikan definisi inflasi, jenis-jenis inflasi, teori-teori inflasi, metode perhitungan inflasi, biaya inflasi, dan dampak inflasi pada pertumbuhan ekonomi suatu negara.


BAB II
PEMBAHASAN


A.   Pengertian Inflasi

 Ada tiga faktor yang membentuk suatu definisi atau pengertian inflasi, faktor tersebut meliputi kenaikan harga, berlaku secara umum, dan terjadi (berlangsung) secara terus-menerus.
  1. Faktor kenaikan harga, maksud dari kenaikan harga adalah bahwa harga saat ini lebih mahal dari harga sebelum saat ini.
  2. Faktor berlaku secara umum, bisa dikatakan bahwa maksud dari faktor ini adalah kenaikan harga tertentu yang diikuti oleh kenaikan harga-harga lainnya (harga-harga lain terpengaruh dengan kenaikan harga tertentu), misalkan jika harga BBM naik, maka kenaikan harga tersebut akan diikuti oleh naiknya harga lainnya.
  3. Faktor terjadi secara terus-menerus, yang dimaksud dengan faktor ini adalah bahwa kenaikan harga tersebut terjadi atau berlangsung secara terus-menerus (tidak terjadi sesaat).
   Dari penjelasan faktor-faktor yang membentuk definisi atau pengertian inflasi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan definisi atau pengertian unflasi adalah suatu kondisi kenaikan harga yang berlaku secara umum dan terjadi (berlangsung) secara terus-menerus.


B.   Jenis-jenis Inflasi
  Terdapat berbagai cara menggolongkan inflasi, dan masing-masing dapat dipilih sesuai dengan tujuan penggolongannya. Terdapat beberapa kategori yang dapat digunakan yaitu berdasarkan tingkat keparahannya, berdasarkan penyebabnya, dan berdasarkan asal inflasi.
  Pertama berdasarkan parah tidaknya inflasi, penggolongan inflasi dapat dibedakan menjadi :
1.    Inflasi ringan (dibawah 10% setahun). Inflasi ini disebut juga dengan inflasi merayap (creeping inflation)
2.    Inflasi sedang (antara 10-30% setahun) atau biasa disebut galloping inflation biasanya itandai dengan naiknya harga-harga secara cepat dan relative besar
3.    Inflasi berat (antara 30-100% setahun) atau high inflation biasanya ditandai dengan kenaikan/perubahan harga yang sangat tinggi
4.    Hiperinflasi (diatas 100% setahun) yaitu inflasi yang ditandai dengan naiknya harga secara drastic hingga menjadi 4 digit (diatas 100%). Pada inflasi ini masyarakat tidak lagi menyimpan uang karena nilai uang merosot sangat tajam sehingga lebih baik dibelikan/ditukarkan dengan barang-barang.


C.   Inflasi dan Tingkat Bunga
1.    Dua Tingkat Bunga : Riil dan Nominal
Pada saat menabung, bunga yang diterima adalah bunga nominal. Bunga nominal ini diperoleh dari bunga riil yang ditambah dengan tingkat inflasi pada tahun yang bersangkutan, yang dapat digambarkan dalam persamaan sebagai berikut :
r = i - 
r = bunga riil
i = bunga nominal
 = tingkat inflasi
2.    The Fisher Effect
Persamaan Fisher menunjukkan pengaruh bunga riil dan tingkat inflasi terhadap bunga nominal.
i = r + 
3.    Dua Tingkat Bunga Riil : Ex Ante dan Ex Post
Tingkat bunga riil ex ante adalah tingkat bunga riil yang diharapkan peminjam dan pemberi pinjaman ketika kesepakatan dibuat.
Tingkat bunga riil ex post adalah tingkat bunga riil yang terealisasi (aktual).
Pada kenyataannya, kita tidak bisa mengetahui berapa sebenarnya tingkat inflasi aktual. Akibatnya, persamaan fisher akan lebih tepat kalau menjadi
i = r + ∏ e
D.   Dampak Inflasi
Dampak yang ditimbulkan inflasi dapat bersifat positif dan negatif, tergantung pada tingkat keparahannya yang kita ketahui inflasi memberikan dampak bagi individu maupun pada kegiatan perekonomian secara luas.

1. Dampak Positif
·         Peredaran atau perputaran barang menjadi lebih cepat.
·         Produksi akan barang-barang bertambah, karena keuntungan pada pengusaha juga bertambah.
·         Kesempatan kerja bertambah, ini dapat terjadi karena tambahan investasi.
·         Pendapatan nominal juga bertambah, tetapi riil berkurang, karena kenaikan pendapatan kecil.
2.Dampak Negatif
·         Harga barang-barang dan jasa naik.
·         Nilai dan kepercayaan akan uang mengalami penurunan atau berkurang.
·         Menimbulkan tindakan spekulasi.
·         Banyak proyek pembangunan yang akan macet atau terlantar.
·         Kesadaran akan menabung masyarakat berkurang.
·         Menimbulkan masalah dalam neraca pembayaran
·         Menimbulkan masalah dalam keadaan di masa depan
Menyebabkan tingkat bunga bertambah dan akan mengurangi investasi
E.    Biaya Sosial dari Inflasi

1.    Biaya Inflasi Yang Diharapkan
Bila tingkat inflasi adalah sesuai yang diharapkan, maka tetap saja akan ada akibat yang harus ditanggung, yaitu :
  Shoelather Cost adalah biaya memegang uang yang tinggi, karena jika orang hanya ingin memegang uang dalam jumlah kecil, maka dia harus lebih sering ke Bank.
  Menu Cost adalah biaya yang harus dikeluarkan produsen karena perubahan tingkat harga barang yang dihasilkan.
  Hukum pajak yang tidak adil. Contohnya: Jika kita membeli saham, kemudian tahun depan kita menjualnya maka ada keuntungan yang kita peroleh. Keuntungan ini sebenarnya adalah karena harga saham mengikuti tingkat inflasi (bukan keuntungan riil), tapi kantor pajak tetap saja menarik pajak penghasilan atas keuntungan penjualan saham kita.
  Ketidaknyamanan hidup karena harga yang terus berubah tak menentu
2.    Biaya Inflasi yang Tidak Diharapkan
Sementara itu, jika tingkat inflasi tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka akibatnya dapat dibagi menjadi dua :
·         Jika ternyata tingkat inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, maka debitur untung dan kreditur rugi. Namun jika ternyata tingkat inflasi lebih rendah dari ekspektasi, maka kreditur untung dan debitur rugi.
·           Orang yang pendapatan pensiunnya tetap. Jika inflasi lebih tinggi dari harapan maka penerima pensiun dirugikan, namun jika lebih rendah maka perusahaan dirugikan.

F. Cara Mengatasi Inflasi
1. Kebijakan Moneter : Dalam teori moneter klasik, inflasi dapat terjadi karena penambahan jumlah uang yang beredar. Jadi, secara teoretis relatif mudah dalam mengatasi inflasi, yaitu dengan cara mengendalikan jumlah uang beredar. Kebijakan moneter adalah tindakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar. Ketika jumlah uang beredar terlalu banyak sehingga inflasi dapat meningkat tajam, Bank Indonesia akan segera melakukan dengan menerapkan berbagai kebijakan moneter untuk mengurangi banyak peredaran uang.
2. Kebijakan Fiskal : kebijakan fiskal adalah kebijakan yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan fiskal dapat dilakukan pemerintah dalam mengurangi inflasi adalah dengan cara mengurangi pengeluaran pemerintah dengan menaikkan tarif pajak dan mengadakan pinjaman pemerintah.
3. Kebijakan Non-Moneter dan Non-Fiskal : pemerintah dapat melakukan kebijakan nonmoneter atau nonfiskal dengan melakukan tiga cara, yaitu menstabilkan upah (gaji), distribusi barang, dan menaikkan hasil produksi,  serta pengamanan harga

 
BAB III
PENUTUP


A.   Kesimpulan

1.    Perubahan dalam permintaan agregat mendorong perubahan harga dan output. Tentu saja, karena ketidakfleksibelan upah, harga-harga akan meningkat sekalipun perekonomian tetap mengalami pengangguran tinggi dan kapasitas yang tidak dipergunakan secara penuh.
2.    inflasi terjadi pada saat tingkat harga umum meningkat. Seperti wabah penyakit, inflasi muncul dalam berbagai bentuk. Namun secara historis, inflasi yang parah selalu berhubungan dengan perang dan revolusi.
3.    Inflasi mempengaruhi perekonomian melalui redistribusi pendapatan dan kekayaan, dan melalui perubahan tingkat dan efisiensi produksi.

B.   Saran
Perlu kerjasama antara masyarakat dan pemerintah dalam mengendalikan inflasi. Pemerintah melalui kebijakannya harus mampu mengontrol peredaran uang dalam masyarakat. Antara produsen dan konsumen hendaknya saling menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran sehingga tidak memicu kenaikan harga terhadap barang-barang secara umum. Semoga bermanfaat untuk kita semua.









No comments:

Post a Comment