KATA
PENGANTAR
Puji syukur yang dalam
penulis ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nyalah
makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Dalam makalah ini membahas mengenai Inflasi dengan tujuan untuk memahami
bagaimana pentingnya untuk mempelajari inflasi pada perekonomian yang di hadapi
tiap negara baik segi pengertian, jenis, teori, dampak, dan cara mengatasinya.
Walaupun keadaanya yang singkat, semoga dapat di ambil sisi positifnya. Dalam
proses penyusunan makalah ini, tentunya penulis mendapatkan bimbingan, arahan,
koreksi, dan saran yang di berikan. Yang tehormat:
Kami mengharapkan kritik dan
saranya, agar kami menjadikanya sebagai pembelajaran atas kekurangan makalah yang
singkat ini.
Demikian makalah ini, semoga bermanfaat
bagi kita semua. Amiin
DAFTAR
ISI
KATAPENGANTAR...................................................................................................i
DAFTAR ISI...............................................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN.............................................................................................1
a)
Latarbelakang.................................................................................................1
b)
Rumusan
masalah..........................................................................................1
c)
Tujuan.............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................2
a) Pengertian
Inflasi.............................................................................................2
b) Jenis-jenis
Inflasi.............................................................................................3
c) Inflasi
dan Tingkat Bunga................................................................................4
d) Dampak
Inflasi.................................................................................................5
e) Biaya
Sosial Dari
Inflasi...................................................................................6
f) Cara
Mengatasi
Inflasi.....................................................................................7
BAB III
PENUTUP......................................................................................................8
a) Kesimpulan.....................................................................................................8
b) Saran..............................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Inflasi merupakan masalah utama di banyak
negara berkembang dan menjadi pertanda bagi negara-negara sosialis untuk
melakukan perubahan yang mengarah ke pasar. Dalam praktek, untuk mengetahui
penyebab timbulnya inflasi, merumuskannya untuk kemudian menentukan langkah
atau kebijakan apa yang akan diambil untuk mengatasinya perlu adanya pemahaman
yang lebih mendalam tentang inflasi serta faktor-faktor didalamnya.
Masalah
inflasi bukan semata-mata masalah ekonomi tapi merupakan masalah
sosio-ekonomi-politis.
B. Rumusan Masalah
Sebagaimana telah dijabarkan pada latar
belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan diangkat dalam makalah ini
adalah : Suatu analisa mengenai inflasi, jenis-jenis inflasi, teori-teori inflasi, biaya inflasi serta dampak
inflasi pada pertumbuhan perekonomian di suatu negara.
C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah agar
pembaca mampu mendeskripsikan definisi inflasi, jenis-jenis inflasi,
teori-teori inflasi, metode perhitungan inflasi, biaya inflasi, dan dampak
inflasi pada pertumbuhan ekonomi suatu negara.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Inflasi
Ada
tiga faktor yang membentuk suatu definisi atau pengertian inflasi, faktor
tersebut meliputi kenaikan harga, berlaku secara umum, dan terjadi
(berlangsung) secara terus-menerus.
- Faktor kenaikan harga, maksud dari kenaikan harga adalah bahwa harga saat ini lebih mahal dari harga sebelum saat ini.
- Faktor berlaku secara umum, bisa dikatakan bahwa maksud dari faktor ini adalah kenaikan harga tertentu yang diikuti oleh kenaikan harga-harga lainnya (harga-harga lain terpengaruh dengan kenaikan harga tertentu), misalkan jika harga BBM naik, maka kenaikan harga tersebut akan diikuti oleh naiknya harga lainnya.
- Faktor terjadi secara terus-menerus, yang dimaksud dengan faktor ini adalah bahwa kenaikan harga tersebut terjadi atau berlangsung secara terus-menerus (tidak terjadi sesaat).
Dari penjelasan faktor-faktor yang membentuk
definisi atau pengertian inflasi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa yang
dimaksud dengan definisi atau pengertian unflasi adalah suatu kondisi kenaikan
harga yang berlaku secara umum dan terjadi (berlangsung) secara terus-menerus.
B. Jenis-jenis
Inflasi
Terdapat berbagai cara menggolongkan inflasi,
dan masing-masing dapat dipilih sesuai dengan tujuan penggolongannya. Terdapat
beberapa kategori yang dapat digunakan yaitu berdasarkan tingkat keparahannya,
berdasarkan penyebabnya, dan
berdasarkan asal inflasi.
Pertama berdasarkan parah tidaknya inflasi,
penggolongan inflasi dapat dibedakan menjadi :
1. Inflasi
ringan (dibawah 10% setahun). Inflasi ini disebut juga dengan inflasi merayap
(creeping inflation)
2. Inflasi
sedang (antara 10-30% setahun) atau biasa disebut galloping inflation biasanya
itandai dengan naiknya harga-harga secara cepat dan relative besar
3. Inflasi
berat (antara 30-100% setahun) atau high inflation biasanya ditandai dengan
kenaikan/perubahan harga yang sangat tinggi
4. Hiperinflasi
(diatas 100% setahun) yaitu inflasi yang ditandai dengan naiknya harga secara
drastic hingga menjadi 4 digit (diatas 100%). Pada inflasi ini masyarakat tidak
lagi menyimpan uang karena nilai uang merosot sangat tajam sehingga lebih baik
dibelikan/ditukarkan dengan barang-barang.
C. Inflasi dan Tingkat Bunga
1. Dua
Tingkat Bunga : Riil dan Nominal
Pada
saat menabung, bunga yang diterima adalah bunga nominal. Bunga nominal ini
diperoleh dari bunga riil yang ditambah dengan tingkat inflasi pada tahun yang
bersangkutan, yang dapat digambarkan dalam persamaan sebagai berikut :
r
= i -
r
= bunga riil
i
= bunga nominal
= tingkat inflasi
2. The
Fisher Effect
Persamaan
Fisher menunjukkan pengaruh bunga riil dan tingkat inflasi terhadap bunga
nominal.
i
= r +
3. Dua
Tingkat Bunga Riil : Ex Ante dan Ex Post
Tingkat
bunga riil ex ante adalah tingkat bunga riil yang diharapkan peminjam dan
pemberi pinjaman ketika kesepakatan dibuat.
Tingkat
bunga riil ex post adalah tingkat bunga riil yang terealisasi (aktual).
Pada
kenyataannya, kita tidak bisa mengetahui berapa sebenarnya tingkat inflasi aktual.
Akibatnya, persamaan fisher akan lebih tepat kalau menjadi
i =
r + ∏ e
D. Dampak
Inflasi
Dampak
yang ditimbulkan inflasi dapat bersifat positif dan negatif, tergantung pada
tingkat keparahannya yang kita ketahui inflasi memberikan dampak bagi individu
maupun pada kegiatan perekonomian secara luas.
1. Dampak Positif
1. Dampak Positif
·
Peredaran atau perputaran barang menjadi
lebih cepat.
·
Produksi akan barang-barang bertambah, karena
keuntungan pada pengusaha juga bertambah.
·
Kesempatan kerja bertambah, ini dapat terjadi
karena tambahan investasi.
·
Pendapatan nominal juga bertambah, tetapi
riil berkurang, karena kenaikan pendapatan kecil.
2.Dampak
Negatif
·
Harga barang-barang dan jasa naik.
·
Nilai dan kepercayaan akan uang mengalami
penurunan atau berkurang.
·
Menimbulkan tindakan spekulasi.
·
Banyak proyek pembangunan yang akan macet
atau terlantar.
·
Kesadaran akan menabung masyarakat berkurang.
·
Menimbulkan masalah dalam neraca pembayaran
·
Menimbulkan masalah dalam keadaan di masa
depan
Menyebabkan
tingkat bunga bertambah dan akan mengurangi investasi
E. Biaya Sosial dari Inflasi
1. Biaya
Inflasi Yang Diharapkan
Bila
tingkat inflasi adalah sesuai yang diharapkan, maka tetap saja akan ada akibat
yang harus ditanggung, yaitu :
• Shoelather Cost adalah biaya memegang uang
yang tinggi, karena jika orang hanya ingin memegang uang dalam jumlah kecil,
maka dia harus lebih sering ke Bank.
• Menu Cost adalah biaya yang harus dikeluarkan
produsen karena perubahan tingkat harga barang yang dihasilkan.
• Hukum pajak yang tidak adil. Contohnya: Jika
kita membeli saham, kemudian tahun depan kita menjualnya maka ada keuntungan
yang kita peroleh. Keuntungan ini sebenarnya adalah karena harga saham
mengikuti tingkat inflasi (bukan keuntungan riil), tapi kantor pajak tetap saja
menarik pajak penghasilan atas keuntungan penjualan saham kita.
• Ketidaknyamanan hidup karena harga yang terus
berubah tak menentu
2. Biaya
Inflasi yang Tidak Diharapkan
Sementara itu, jika
tingkat inflasi tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka akibatnya dapat
dibagi menjadi dua :
·
Jika ternyata tingkat inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, maka
debitur untung dan kreditur rugi. Namun jika ternyata tingkat inflasi lebih
rendah dari ekspektasi, maka kreditur untung dan debitur rugi.
·
Orang yang pendapatan pensiunnya tetap. Jika inflasi lebih
tinggi dari harapan maka penerima pensiun dirugikan, namun jika lebih rendah
maka perusahaan dirugikan.
F.
Cara Mengatasi Inflasi
1. Kebijakan Moneter : Dalam teori moneter
klasik, inflasi dapat terjadi karena penambahan jumlah uang yang beredar. Jadi,
secara teoretis relatif mudah dalam mengatasi inflasi, yaitu dengan cara
mengendalikan jumlah uang beredar. Kebijakan moneter adalah tindakan yang
dijalankan oleh Bank Indonesia untuk mengurangi atau menambah jumlah uang
beredar. Ketika jumlah uang beredar terlalu banyak sehingga inflasi dapat
meningkat tajam, Bank Indonesia akan segera melakukan dengan menerapkan
berbagai kebijakan moneter untuk mengurangi banyak peredaran uang.
2. Kebijakan Fiskal : kebijakan fiskal adalah
kebijakan yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
Kebijakan fiskal dapat dilakukan pemerintah dalam mengurangi inflasi adalah
dengan cara mengurangi pengeluaran pemerintah dengan menaikkan tarif pajak dan
mengadakan pinjaman pemerintah.
3. Kebijakan Non-Moneter dan Non-Fiskal :
pemerintah dapat melakukan kebijakan nonmoneter atau nonfiskal dengan melakukan
tiga cara, yaitu menstabilkan upah (gaji), distribusi barang, dan menaikkan
hasil produksi, serta pengamanan harga
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Perubahan
dalam permintaan agregat mendorong perubahan harga dan output. Tentu saja,
karena ketidakfleksibelan upah, harga-harga akan meningkat sekalipun
perekonomian tetap mengalami pengangguran tinggi dan kapasitas yang tidak
dipergunakan secara penuh.
2. inflasi
terjadi pada saat tingkat harga umum meningkat. Seperti wabah penyakit, inflasi
muncul dalam berbagai bentuk. Namun secara historis, inflasi yang parah selalu
berhubungan dengan perang dan revolusi.
3. Inflasi
mempengaruhi perekonomian melalui redistribusi pendapatan dan kekayaan, dan
melalui perubahan tingkat dan efisiensi produksi.
B. Saran
Perlu
kerjasama antara masyarakat dan pemerintah dalam mengendalikan inflasi.
Pemerintah melalui kebijakannya harus mampu mengontrol peredaran uang dalam masyarakat.
Antara produsen dan konsumen hendaknya saling menjaga keseimbangan permintaan
dan penawaran sehingga tidak memicu kenaikan harga terhadap barang-barang
secara umum. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
No comments:
Post a Comment